by admin | Feb 27, 2023 | Blog
Bordir dan sablon tidak hanya menjadi “pemanis” atau dekorasi untuk pakaian saja. Melainkan juga dapat menjadi sarana ekspresi diri pemakainya dan sebagai identitas pembeda.
Contohnya saja seperti tulisan di Almamater yang menunjukkan dari organisasi atau universitas mana mereka berasal.
Di Indonesia, bordir dan sablon ini cukup diminati lantaran menjadi alternatif untuk menambahkan gambar, tulisan, atau pola tertentu pada pakaian yang masih polosan.
Lalu, sebenarnya apa perbedaan sablon dan bordir? Bagaimana penggunaannya? Dan apa saja karakteristik dan keunggulan keduanya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini:
Sablon
Pengertian Sablon

sumber foto
Sablon merupakan teknik pemberian pola/gambar/tulisan pada pakaian yang dilakukan dengan mengaplikasikan tinta sablon menggunakan alat khusus.
Sablon ini kerap diaplikasikan pada kaos-kaos santai, seragam olahraga baik untuk sekolahan atau instansi pemerintahan, kaos organisasi contohnya kaos ibu-ibu PKK, dan sejenisnya.
Untuk variasi desain gambar atau tulisannya beragam dan tidak terbatas karena berdasarkan kreativitas seseorang. Khususnya untuk kaos-kaos santai yang dijual bebas.
Pembuatan sablon diawali dengan pembuatan pola cetakan di layar. Kemudian, pola tersebut dicetak terlebih dahulu di kertas atau lembaran plastik khusus yang kemudian dipotong sesuai desain.
Lembaran kertas/plastik tersebut akan ditempelkan pada kain layar. Kain yang sudah ditempeli pola akan diberi larutan khusus dan disinari agar larutannya mengeras serta tidak dapat ditembus tinta/cat. Kecuali, pada bagian pola yang nantinya dicetak.
Layar yang sudah berpola kemudian direntangkan sebaik mungkin dan ditahan menggunakan bingkai. Media (kain) yang akan disablon pun direntangkan di suatu permukaan benda yang rata.
Kemudian letakkan layar diatas bahan, tuangkan tinta/cat secukupnya di layar. Rataan menggunakan raket khusus yang berbahan karet, kayu, ataupun aluminium. Sablonan bahan tersebut lalu keringkan dengan cara dijemur.
Untuk proses pembuatannya sendiri bisa menggunakan sistem manual ataupun digital. Untuk cara diatas menggunakan sistem dan mesin manual yang sederhana.
Proses inilah yang membuat perbedaan sablon dan bordir makin terlihat.
Jenis-Jenis Tinta Sablon

sumber foto
Dalam proses sablon-menyablon ada beberapa jenis tinta yang kerap digunakan, diantaranya adalah:
Sablon Rubber
Jenis tinta sablon paling umum dan paling banyak digunakan. Dapat diaplikasikan pada kaos berwarna terang ataupun gelap.
Dapat digunakan juga sebagai underbase, yakni tinta dasar untuk menutup warna kain agar warna sablon yang baru bisa masuk.
Kelebihan sablon rubber: awet, tidak mudah rusak karena setrika, dan lentur (terlebih jika dilapisi coating).
Sablon Pigment
Tinta sablon biasa yang kerap diaplikasikan pada pakaian berwarna terang. Sifatnya tipis dan mudah menyerap kedalam kain.
Hal ini membuat tekstur kain senantiasa terlihat meskipun sudah di sablon. Warna catnya juga lebih solid dan rata dibandingkan jenis tinta sablon lainnya.
Cocok digunakan di kaos berwarna terang yang ukurannya besar dan lebar karena lebih hemat tinta. Sayangnya tinta ini tidak bisa diaplikasikan pada kaos berbahan gelap karena warnanya tidak akan terlihat.
Sablon Plastisol
Sablon berbahan dasar minyak. Memiliki kemampuan untuk mencetak dot atau raster dengan hasil yang maksimal. Sayangnya, untuk sistem sablon menggunakan tinta ini diperlukan biaya yang tidak sedikit.
Biak untuk membeli bahan baku atau biaya mesinnya. Apalagi kamu membutuhkan mesin pengering tambahan, conveyor curing, flash curing, sinar infra red, dan hot gun.
Sablon Superwhite
Mirip dengan sablon pigment, hanya saja lebih tebal. Dapat digunakan untuk kaos berwarna terang ataupun gelap. Hasil sablonnya cenderung lebih transparan atau tidak tajam, dengan kesan vintage/natural.
Sablon Glow in The Dark
Menggunakan tinta berbahan fosfor. Hal ini membuatnya terlihat “menyala” di kegelapan, sesuai dengan namanya. Warna tinta yang paling kerap digunakan adalah warna hijau dan biru.
Agar efek glow in the dark-nya lebih kuat, tinta ini bisa diaplikasikan pada kaos berwarna dasar gelap.
Sablon Reflektif
Menggunakan tinta berbahan fluorescence, sehingga akan terlihat “menyala” di tempat yang redup jika kaos disinari cahaya. Cara kerjanya mirip seperti scotchlite reflective.
Sablon Discharge / Cabut Warna
Jenis tinta sablon yang memiliki kemampuan menipiskan atau bahkan menghilangkan warna dasar kaos. Lalu, mengubahnya dengan warna tinta sablon baru yang diinginkan.
Sablon Flocking
Sablon yang dilapisi beludru. Teksturnya seperti kain, halus, berbulu tipis, dan agak timbul ke permukaan.
Sablon Foam / Cat timbul / Puff Print
Sablon yang tintanya dibuat mengembang (seperti busa) dengan efek timbul.
Sablon Foil
Sablon yang menggunakan media kertas berbahan logam (warna silver/gold) sehingga hasilnya lebih berkilau.
Sablon Glitter
Menggunakan tinta yang dicampur dengan serbuk metalik warna sehingga menghasilkan kesan serpihan yang berkilau.
Kelebihan Sablon

sumber foto
Perbedaan sablon dan bordir selanjutnya adalah dari segi kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini ada beberapa kelebihan sablon yang bisa kamu pertimbangkan:
- Finishingnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
- Dapat digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan berukuran besar (full print).
- Lebih ekonomis.
- Pembuatannya cepat dan bisa diproduksi secara massal, terlebih untuk sablon yang menggunakan mesin khusus.
- Sangat cocok diaplikasikan pada kaos dengan beragam warna, sesuai jenis tinta.
- Cocok untuk kaos berbahan katun.
Kekurangan Sablon

sumber foto
- Beberapa jenis sablon tidak tahan panas setrika sehingga akan terangkat atau menempel pada permukaan setrika .
- Beberapa tipe sablon juga kurang awet. Jika direntangkan, warnanya akan melar dan lama-lama pudar.
- Butuh perawatan khusus agar tidak mudah rusak.
- Lebih cocok untuk pemesanan dalam jumlah banyak. Jarang ada tempat sablon yang menerima permintaan sablon satuan.
Bordir
Pengertian Bordir

sumber foto
Merupakan teknik penambahan tulisan, gambar, atau pola di pakaian dengan menggunakan rajutan benang. Untuk sistem pembuatannya ada 2, yakni bordir manual dan bordir menggunakan komputer dan mesin khusus.
Untuk bordir manual dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama, menyulam manual menggunakan tangan. Kedua, menggunakan mesin bordir manual.
Pertama-tama, kamu harus memasang kain yang akan dibordir di ram/bidangan terlebih dahulu kemudian menggambar pola. Lanjut merajut benang di kain sesuai pola yang sudah digambar sebelumnya.
Bordir manual ini memiliki waktu pengerjaan yang lama. Hasil dan kerapiannya tergantung pada kemampuan tiap orang.
Lebih cocok diaplikasikan pada kain-kain pendek untuk souvenir atau kerajinan tangan, seperti bordir di sapu tangan. Jumlahnya pun tidak banyak, dan biasa dijual satuan.
Jika kamu ingin membuka usaha bordir, kamu bisa menggunakan sistem bordir komputer. Dengan begitu, pengerjaannya jadi jauh lebih cepat.
Kerap digunakan untuk membordir pakaian-pakaian khusus sesuai kebutuhan. Menggunakan komputer dan mesin bordir khusus. Pengerjaannya dapat dilakukan bersamaan sesuai jumlah mesin yang ada.
Dengan sistem yang lebih terkomputasi dan serba cepat, bordir komputer ini tentu saja jauh lebih unggul dibandingkan bordir manual.
Kelebihan Bordir

sumber foto
- Dari hasilnya, bordiran lebih bagus dibandingkan sablon karena terbuat dari pola rajutan benang yang bentuknya timbul.
- Rapi, detail, dan memiliki tingkat kerapatan yang tinggi.
- Tahan terhadap setrika, tahan lama, dan tidak mudah luntur.
- Tidak memerlukan perawatan khusus.
- Khusus bordir komputer, pembuatannya cepat dan memungkinkan produksi massal.
Kelemahan Bordir

sumber foto
- Biaya pembelian alat-alat untuk bordir komputer mahal.
- Tidak cocok diaplikasikan pada kaos yang bahannya melar dan tipis (contoh kaos), karena hasilnya akan terlihat kaku dan terlalu menonjol.
Kesimpulan
Itulah beberapa pembahasan seputar perbedaan sablon dan bordir. Perbedaan utamanya terletak di teknik, proses, dan karakteristik hasil akhir. Bordir dilakukan menggunakan benang rajutan. Sementara, sablon menggunakan tinta yang ditempel dengan alat khusus. Lalu, mana yang lebih baik antara sablon dan bordir? Tergantung kebutuhan dan penggunaan. Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sablon lebih cocok diaplikasikan pada kaos atau hoodie. Sementara, bordir lebih banyak digunakan untuk kain berbahan tebal dan kaku. Contohnya, seragam kerja, almamater, baju kerja, kemeja, wearpack.
by admin | Feb 26, 2023 | Blog
Kemeja merupakan salah satu jenis pakaian yang sering digunakan untuk acara formal dan non-formal. Kemeja ini bisa didesain dengan lengan panjang ataupun lengan pendek. Penggunaan kemeja pun sangat lumrah di Indonesia, baik sebagai seragam kerja atau outfit untuk menghadiri berbagai acara.
Kemeja ini biasanya menggunakan bahan yang cukup kaku. Di Indonesia yang cuacanya terkadang cukup panas, memilih bahan kemeja yang adem akan semakin meningkatkan kenyaman penggunanya.
Apakah kamu tertarik membuat atau membeli kemeja yang nyaman? Ini dia beberapa rekomendasi bahan kemeja yang bagus untuk referensi:
Katun
Yang pertama adalah kemeja yang berbahan katun. Katun ini cukup populer digunakan sebagai bahan pembuat kemeja karena sifatnya yang mampu menyerap keringat dengan baik, nyaman di kulit. Katun untuk kemeja pun bervariasi, seperti:
- Katun Jepang: terbuat dari 90-100% kapas, berkualitas premium, harganya relatif mahal. Warna kemeja yang dibuat menggunakan bahan ini lebih cerah dan glossy. Dapat serap keringatnya sangat baik.
- Linen: jenis katun yang terbuat dari kombinasi kapas dan serat pohon rami. Harganya mahal karena proses pembuatan yang rumit. Kemeja berbahan linen mudah menyerap keringat dan terasa adem di kulit.
- Silk: terbuat dari serat sutera. Memiliki karakteristik yang licin, ringan, dan halus. Harganya juga cukup mahal, cocok digunakan untuk membuat kemeja yang mewah dan formal dengan tampilan glossy.
- Toyobo: memiliki karakteristik yang mirip dengan kain katun Jepang. Namun, kain ini lebih glossy, tebal, dan kaku dibandingkan katun Jepang. Meskipun begitu, bahan kain import ini tetap ringan dan tidak menerawang karena seratnya yang rapat.
- Katun Inna: terbuat dari spun poly, sehingga tidak 100% katun. Bahannya tidak terlalu glossy, tidak menerawang, dingin & lemas (tidak kaku). Sayangnya, daya serap keringatnya kurang baik.
Kain Oxford
Bahan kemeja yang bagus satu ini cocok digunakan untuk kemeja seragam, kemeja kantor, dan kemeja untuk berbagai acara formal lainnya. Kain ini tersusun dari 60% katun dan 40% polyester. Jika dilihat dari dekat, kain ini punya tampilan ala pixel. Kain ini punya karakteristik lembut dan dingin di kulit, bahannya tidak transparan, harganya juga cukup terjangkau.
Kain Flanel
Merupakan jenis kain yang terbuat dari wol yang diproses dengan teknik pemanasan dan penguapan. Flanel juga identik dengan bahan bermotif kotak-kotak. Untuk teksturnya sendiri beragam, tergantung proses pembuatannya. Ketebalan kainnya juga beragam, mulai dari 2-5 mm. Flannel ini mudah dibentuk dan harganya juga sangat terjangkau.
Kain Drill
Selain untuk kemeja biasa, kain ini kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat PDH (Pakaian Dinas Harian). Bahan ini lebih ringan, lembut, adem, tahan lama, dan memiliki daya serap keringat yang baik. Berdasarkan ketebalannya, kain ini dapat dibedakan menjadi American Drill, Twist Drill, dan Japan Drill.
Akrilik
Bahan kemeja yang bagus selanjutnya adalah kain akrilik. Kain akrilik adalah kain yang terbuat dari serat polimer sintetik. Karakteristiknya: tidak tahan panas sehingga hanya boleh disetrika dengan panas medium, mampu menjaga suhu tubuh sehingga cocok digunakan di cuaca dingin, kuat, dan tahan lama.
Chambray
Rupanya mirip dengan denim namun lebih halus, lembut, dingin, dan ringan digunakan. Terbuat dari serta katun, linen, atau sutra. Perawatannya juga mudah, harganya juga terjangkau.
Nah, itulah 6 rekomendasi bahan kemeja yang bagus. Kira-kira bahan mana nih yang jadi favoritmu?
by admin | Feb 25, 2023 | Blog
Dalam dunia fashion, ada banyak sekali istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi barang siap jual. Salah satunya adalah istilah preloved, preloved merupakan istilah yang merujuk pada barang bekas berkualitas, barang pre owned, atau barang secondhand. Belakangan ini, jenis barang ini cukup banyak diminati di pasaran karena harganya yang terjangkau dan kondisinya yang masih bagus.
Pengertian Barang Preloved
Dalam Bahasa Inggris, “preloved” dapat diartikan sebagai “bekas”. Dalam Oxford Dictionary, barang preloved adalah barang yang pernah dimiliki oleh seseorang sebelumnya dan akan berpindah tangan. Preloved juga dapat didefinisikan sebagai:
- Barang yang tidak diperoleh melalui pembelian pertama, sudah pernah dibeli orang lain dan digunakan.
- Bisa juga diartikan sebagai barang yang sudah pernah dibeli oleh seseorang namun belum pernah digunakan.
- Ada juga yang menyebut preloved sebagai produk layak pakai.
- Sebagian lainnya menyatakan bahwa preloved adalah barang bermerk second. Meskipun sebenarnya, barang ini tidak harus bermerk.
Pengertian preloved sangatlah luas dan tidak terbatas pada 1 arti saja karena standar preloved setiap orang berbeda. Namun, intinya kita dapat mengartikan bahwa barang preloved adalah barang bekas berkualitas yang masih layak pakai dan punya nilai jual tiggi.
Kategori preloved sendiri sangat beragam. Mulai dari pakaian, tas, jaket, sepatu, buku, skincare, accessories fashion, dan lain sebagainya.
Perbedaan Preloved dengan Barang Bekas Biasa dan Thrift
Jika dilihat dari substansi utamanya, ketiga barang ini sama. Sama-sama merupakan barang bekas atau secondhand. Namun, ternyata ada beberapa poin yang membedakan ketiganya. Jika dibandingkan dengan barang second biasa, kualitas preloved ini jauh lebih tinggi karena biasanya berasal dari barang bermerk yang harga barunya tinggi di pasaran. Preloved ini juga merupakan barang bekas yang jarang dipakai, sehingga kualitasnya masih sangat terjamin.
Jadi, barang preloved merupakan barang berkualitas tinggi yang bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau. Preloved ini biasanya dijual secara online atau melalui bazar khusus. Sementara itu, barang thrift merupakan barang bekas yang diimpor dari luar negeri. Karena merupakan bekas pakai orang dari luar negeri, dan biasanya diimport karungan. Keamanan, kualitas, dan kebersihan produk ini tidak terjamin.
Produk thrift biasanya merupakan campuran, jadi tidak hanya berasal dari 1 orang saja. Beda dari preloved yang biasanya merupakan barang koleksi pribadi.
Keuntungan Membeli Barang Preloved
Meskipun bukan barang baru, tapi produk preloved ini sangat diminati oleh orang-orang lho. Berikut ini ada beberapa keuntungan membeli preloved product:
Kualitas Terjamin
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, preloved merupakan barang bekas yang berkualitas. Barang ini jarang dipakai oleh pemilik sebelumnya sehingga kualitasnya masih terjamin dan tidak mengalami penurunan yang signifikan.
Preloved biasanya berupa koleksi pribadi seseorang yang dijual karena sudah tidak terpakai atau ingin dijual untuk kegiatan amal. Kondisinya biasanya no-minus dan masih sangat layak pakai. Bahkan karena kualitasnya yang terjamin, banyak orang menjulukinya sebagai preloved like new (bekas seperti baru).
Harga Terjangkau
Keuntungan kedua membeli produk preloved adalah harganya yang lebih terjangkau dibandingkan membeli barang baru yang sama. Penurunan harganya bisa sampai 50% atau lebih, tergantung jenis barang dan trend. Tentu saja, kamu bisa lebih hemat uang jika membeli produk preloved yang dijual secara offline ataupun online.
Nah, itulah beberapa pembahasan seputar preloved. Tertarik membelinya?
by admin | Feb 24, 2023 | Blog
PDL adalah singkatan dari Pakaian Dinas Lapangan, merupakan pakaian kerja yang digunakan ketika sedang bertugas di lapangan secara langsung. Sesuai dengan namanya, pakaian ini kerap digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan di luar ruangan. Selain PDH, PDL juga termasuk seragam identitas sebuah instansi, organisasi, atau komunitas.
Kriteria PDL yang Baik dan Nyaman Digunakan
Mengingat seragam ini lebih banyak digunakan ketika seseorang melakukan pekerjaan lapangan. Maka, baju ini harus memiliki kriteria tertentu sehingga membuat penggunanya lebih nyaman. Berikut ini beberapa kriteria PDL yang baik:
Terbuat dari Bahan yang Sesuai
Faktor utama yang harus kamu pertimbangkan ketika ingin membuat seragam PDL adalah bahannya. Pilih bahan yang lebih tebal, tidak terlalu kaku, kuat, terlihat elegan, perawatannya mudah, dan terkesan rapi/formal. Contohnya saja bahan American Drill, Taipan Drill, Ripstop, Nagata Drill, Valextra Canvas, dan Marsoto.
Desain Fleksibel, Sederhana, dan Multiguna
Mengingat tingkat mobilitas ketika bekerja di lapangan sangatlah tinggi. Maka, desain PDL tersebut harus dibuat sefleksibel mungkin. Tidak menyulitkan pergerakan pemakainya, memiliki kantong/saku, dapat dikombinasikan dengan kain lain dengan mudah, memiliki tali pengait di bagian ujung lengan, memiliki ventilasi di bagian belakang, dan sejenisnya.
Pemilihan desain yang salah akan membuat pengguna seragam tersebut kurang nyaman. Apalagi, ketika mereka bekerja di luar ruangan ketika cuaca sedang tidak bersahabat atau di medan yang ekstrim.
Ukuran Sesuai
PDL adalah seragam yang nantinya digunakan dalam segala situasi di luar ruangan. Sebab itulah, ukurannya harus dibuat sesuai ukuran tubuh pemakainya. Sifatnya custom, para pemakai akan diukur terlebih dahulu badannya kemudian dibuatkan baju sesuai hasil ukurannya.
Namun, jika PDL yang akan dibuat jumlahnya banyak sekali dan pengukuran secara langsung satu per satu tidak memungkinkan. Maka, PDL ini bisa dipesan dalam variasi ukuran tertentu. Mulai dari size S, M, L, XL, XXL, dan seterusnya. Jumlah pemesanan masing-masing ukuran dapat disesuaikan berdasarkan request yang ada.
Fungsi PDL
Sama seperti PDH, PDL adalah seragam identitas yang digunakan ketika bekerja sehari-hari di instansi atau organisasi tertentu. Penggunaan seragam ini akan memudahkan masyarakat dalam mengenali para pegawai instansi tersebut. Seragam ini juga wajib dikenakan oleh seluruh pegawai, karyawan suatu instansi/perusahaan, atau anggota organisasi tertentu.
PDL akan menonjolkan ciri khas masing-masing tempat. Selain itu, ketika sedang melakukan pekerjaan luar ruangan seperti melakukan sosialisasi ke masyarakat atau survey. Penggunaan PDL akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui pegawai yang bertugas dan instansi asalnya.
Tanpa PDL resmi, masyarakat mungkin akan ragu dan tidak sepenuhnya percaya dengan pegawai yang bertugas. Jadi, penggunaan PDL akan sangat membantu pekerjaan di luar lapangan.
PDL ini dapat digunakan oleh pegawai pemerintahan. Mulai dari ASN di instansi pemerintah, Dishub, Linmas/Hansip, ABRI, TNI, PNS, Satpol PP, POLRI, Security, Damkar, dan pegawai pemerintahan lainnya ketika tengah menjalankan tugas. Selain itu, penggunaan PDL juga memiliki ruang lingkup yang lebih luas lagi meliputi lingkup organisasi, perusahaan, atau komunitas tertentu.
Ketika kamu ingin membuat PDL yang baik dan berkualitas, penting sekali untuk memilih tempat konveksi yang sesuai. Konveksi yang baik akan membuat PDL yang berkualitas tinggi, nyaman digunakan, awet, sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, dan tentunya dengan harga yang terjangkau.
Ingin buat seragam PDL? Segera hubungi kami ya!
by admin | Feb 23, 2023 | Blog
PDH adalah singkatan dari Pakaian Dinas Harian, PDH ini biasanya digunakan oleh para pegawai seperti abdi negara, dan anggota organisasi sebagai pakaian sehari-hari ketika tengah bekerja di kantor. PDH ini juga kerap digunakan oleh mahasiswa/pelajar sebagai identitas dari organisasi yang menaunginya.
PDH adalah pakaian yang digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari, termasuk ketika sedang berdinas di luar. Kecuali yang sudah ditentukan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang tengah dilaksanakan.
Kriteria PDH
Banyak orang yang mengira jika PDH dan PDL adalah seragam yang sama. Tapi, ternyata kedua jenis seragam tersebut berbeda lho. Nah, ini dia beberapa kriteria PDH yang harus kamu ketahui:
Bentuk Seragam
PDH adalah seragam dinas atau seragam kerja, jadi dari segi bentuk dan desainnya dibuat formal. Bisa lengan panjang ataupun lengan pendek, tergantung pemakainya. PDH ini dilengkapi dengan kerah, kancing, kantong bagian depan, dan logo khusus yang mencerminkan identitas kantor pemerintahan/instansi/organisasi tertentu.
Untuk warnanya beragam, namun PDH pegawai dinas resmi warnanya biasanya disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk PDH dinas, biasanya dibuat 1 setel (atasan dan bawahan).
Waktu Penggunaan
Jika kamu berprofesi sebagai pegawai dinas, kamu harus mengenakan PDH ini sebagai seragam harian. Atau jika kamu merupakan anggota organisasi tertentu, kamu juga diwajibkan menggunakan PDH ketika sedang rapat bersama atau melakukan kegiatan bersama.
Bahan Pembuat
Karena lebih banyak digunakan untuk kegiatan dalam ruangan, PDH biasanya dibuat dari bahan-bahan yang tidak terlalu kaku atau tebal sehingga membuat para penggunanya merasa lebih nyaman. Bahan kainnya lebih tipis dibanding PDL dan memiliki tekstur yang cenderung lebih halus. Contoh bahan yang kerap digunakan untuk PDH adalah katun dan campuran polyester.
Pilihan Warna
PDH adalah seragam dinas sehari-hari, karena itulah warna-warna yang dipilih biasanya lebih kalem, sederhana, dan nyaman dipandang. Apalagi jika si pemakai banyak berinteraksi dengan orang lain. Contohnya saja pegawai di kantor layanan pemerintahan. Warna-warna yang dipilih akan memberikan kesan yang sederhana, tidak terlalu mencolok, dan terlihat profesional.
Ukuran PDH
Untuk ukuran PDH sendiri beragam, disesuaikan dengan ukuran tubuh penggunanya. Bisa diukur per size pengguna atau menggunakan standar ukuran baku agar lebih mudah (S, M, L, XL, XXL, dst).
Atribut Lain
Biasanya penggunaan PDH ini juga disertai dengan penggunaan atribut lain. Seperti sepatu PDH, kaos kaki PDH, sabuk, kopel rim, topi, logo, papan nama, lencana, dan seperangkat atribut resmi lainnya. Untuk jenis-jenis atributnya sendiri beragam dan disesuaikan dengan jabatan dan instansi tempat bekerja.
Fungsi dan Manfaat Penggunaan Seragam PDH
Seragam yang dikenakan oleh PNS, ABRI, TNI, POLRI, Pegawai BUMN, dan karyawan-karyawan di instansi formal merupakan contoh dari PDH. PDH adalah seragam yang digunakan harian ketika sedang bekerja dan melaksanakan tugas, penggunaannya pun bersifat wajib sesuai ketentuan masing-masing instansi/tempat kerja.
Berikut ini beberapa fungsi penggunaan PDH di lingkungan kerja:
- Sebagai seragam identitas dan pembeda yang mudah dikenali.
- Menunjukkan bahwa kamu adalah petugas yang berwenang di tempat tersebut.
- Lebih rapi dan profesional.
- Meningkatkan kepercayaan diri pengguna.
- Meningkatkan kredibilitas sebuah perusahaan atau institusi formal.
PDH adalah seragam yang memiliki fungsi penting dan wajib digunakan oleh para pegawai atau karyawan. Jika kamu butuh PDH untuk keperluan instansi atau perusahaanmu, konsultasikan dengan ahlinya ya! Kami merupakan konveksi berpengalaman yang kerap melayani berbagai permintaan PDH untuk setiap keperluanmu!