Mengenal Desain dan Jenis Seragam TNI AL
Seragam TNI AL – Komando Armada II (Koarmada II) merupakan salah satu dari tiga komando utama di bawah TNI Angkatan Laut (TNI AL). Koarmada II berperan penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut di wilayah Indonesia bagian tengah. Pangkalan utama Koarmada II terletak di Dermaga Ujung, Surabaya, yang merupakan salah satu pangkalan terbesar dan terpenting di Indonesia.
Di Surabaya, hampir setengah dari kekuatan TNI AL berada di bawah pengawasan Koarmada II. Pangkalan ini dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap, mendukung berbagai kegiatan operasional TNI AL. Dengan jumlah prajurit yang besar dan fasilitas yang memadai, Koarmada II menjadi pusat komando yang vital dalam mempertahankan keamanan maritim negara.
Jenis Seragam TNI AL
Seragam TNI AL di Koarmada II dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan fungsional sesuai dengan kegiatan dan kondisi yang dihadapi oleh prajurit. Berikut adalah penjelasan mendetail tentang jenis-jenis seragam yang digunakan:
1. Pakaian Dinas Harian (PDH)
Jenis Pakaian Dinas Harian (PDH) adalah seragam utama yang dikenakan oleh prajurit TNI AL dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan Koarmada II maupun di luar pangkalan. Seragam ini berwarna biru dongker dan dirancang untuk memberikan tampilan yang rapi serta profesional.
PDH digunakan untuk berbagai aktivitas rutin seperti menghadiri rapat, melaksanakan tugas administratif, atau berinteraksi dengan masyarakat. Terdapat variasi khusus untuk kegiatan dinas di luar negeri atau dalam kerjasama dengan angkatan laut negara lain. Variasi ini mungkin termasuk penyesuaian kecil pada desain atau tambahan aksesori untuk memenuhi standar internasional.
Baca Juga : Tips Membuat Desain Seragam Kerja yang Profesional
2. Pakaian Dinas Upacara (PDU)
Jenis Pakaian Dinas Upacara (PDU) adalah seragam formal berwarna putih yang dikenakan saat upacara resmi dan acara kenegaraan. PDU dirancang untuk memberikan penampilan yang bersih dan elegan, mencerminkan kehormatan dan profesionalisme.
Terdapat empat jenis PDU, yaitu:
– PDU I: Biasanya dipakai dalam upacara-upacara besar dan resmi.
– PDU II: Digunakan untuk upacara-upacara penting yang tidak sebesar PDU I.
– PDU III: Dikenakan dalam upacara dengan skala lebih kecil.
– PDU IV: Digunakan untuk upacara yang bersifat rutin.
– Black Navy: Untuk tugas resmi di luar negeri, seragam ini dikenal sebagai Black Navy, yang memiliki desain khusus dan simbol yang menunjukkan kesan internasional.
3. Pakaian Dinas Lapangan (PDL)
Jenis Pakaian Dinas Lapangan (PDL) adalah seragam yang dirancang untuk digunakan saat melaksanakan tugas di lapangan, seperti operasi militer atau patroli. Seragam ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan fleksibilitas tinggi.
PDL sering kali menggunakan bahan yang lebih kuat dan tahan lama untuk menghadapi berbagai kondisi medan. Desainnya juga memudahkan gerakan dan adaptasi di berbagai lingkungan lapangan.
Jenis Baret Seragam TNI AL

Baret adalah elemen penting dari seragam TNI AL, berfungsi sebagai penanda identitas satuan dan menunjukkan spesialisasi prajurit. Berikut adalah jenis-jenis baret yang digunakan di Koarmada II:
1. Baret Armada
Jenis Baret ini berwarna biru tua dengan emblem berupa perisai dan jangkar. Dasar perisai berwarna merah, dan baret ini dikenakan oleh satuan kerja Komandan Utama (Kotama) Koarmada II.
Baret Armada menandakan bahwa pemakainya adalah bagian dari komando utama yang memiliki tanggung jawab strategis dalam operasi maritim.
2. Baret Marinir
Berwarna ungu dengan emblem yang bertuliskan “Jalesu Bhumiyamca” dalam bahasa Sansekerta. Emblem berbentuk segi lima dengan warna merah. Jenis Baret ini digunakan oleh Satuan Marinir Koarmada II.
Baret Marinir menunjukkan spesialisasi sebagai marinir, yang bertanggung jawab atas operasi amfibi dan misi tempur di laut.
3. Baret Kapal Selam
Jenis Baret ini berwarna hitam dengan emblem berupa Hiu Kencana, jangkar, dan garis persegi. Dasar persegi berwarna hitam. Dikenakan oleh Satuan Kapal Selam Koarmada II.
Baret Kapal Selam menunjukkan bahwa pemakainya adalah bagian dari satuan yang mengoperasikan kapal selam dan bertugas dalam misi bawah laut.
4. Baret Pomal
Berwarna biru dengan emblem berupa pistol bersilang, jangkar, dan garis segi lima. Jenis Baret ini dikenakan miring ke kiri dan digunakan oleh Polisi Militer Koarmada II.
Baret Pomal menandakan keanggotaan dalam satuan polisi militer yang bertugas dalam penegakan hukum dan disiplin di lingkungan TNI AL.
Baca Juga : Membuat Seragam Kerja yang Nyaman untuk Karyawan
5. Baret Penerbal
Berwarna biru dengan emblem Dharma Jalakaca Putra, perisai emas, dan sayap penerbang AL. Latar belakang perisai emas berwarna merah. Jenis Baret ini digunakan oleh Satuan Udara Koarmada II.
Baret Penerbal menunjukkan spesialisasi dalam satuan udara, termasuk tugas-tugas yang terkait dengan penerbangan dan operasi udara.
6. Baret Kopaska
Berwarna merah dengan emblem berupa katak dan jangkar. Dasar lambang berbentuk segi lima dengan warna hitam dan tulisan “Komando Pasukan Katak” atau “Tan Hana Wighna Tan Sirna.” Jenis beret ini digunakan oleh Satuan Pasukan Katak Koarmada II.
Baret Kopaska menandakan bahwa pemakainya adalah bagian dari satuan pasukan katak yang memiliki keahlian dalam operasi khusus dan penyelamatan bawah air.
Ketentuan Bahan Seragam TNI AL
Seragam TNI AL dirancang dengan ketentuan bahan yang spesifik untuk memastikan kualitas dan fungsi yang optimal. Berikut adalah informasi lebih rinci tentang bahan yang digunakan:
1. Pakaian Dinas Harian (PDH)
- Bahan: Kombinasi kain polyester dan katun digunakan untuk PDH. Polyester digunakan untuk bagian luar karena ketahanannya terhadap sobekan dan kekuatan fisiknya, sementara katun digunakan untuk bagian dalam agar nyaman dan menyerap keringat.
- Fungsi: Kain polyester memberikan ketahanan dan durabilitas, sedangkan katun memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara yang baik, menjadikan PDH cocok untuk kegiatan sehari-hari di berbagai kondisi.
2. Pakaian Dinas Lapangan (PDL)
- Bahan: Menggunakan campuran kain polyester (35%) dan katun (65%). Polyester memberikan fleksibilitas dan ketahanan, sedangkan katun dalam konsentrasi lebih tinggi meningkatkan kenyamanan dan mengurangi rasa gerah saat bertugas di lapangan.
- Fungsi: PDL dirancang untuk menghadapi kondisi medan yang variatif, memerlukan bahan yang kuat namun tetap nyaman untuk digunakan dalam waktu lama di luar ruangan.
Dengan penjelasan ini, diharapkan Anda memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai seragam TNI AL di Koarmada II Surabaya. Jika Anda memerlukan seragam berkualitas untuk institusi Anda, jangan ragu untuk menghubungi Rumah Kapas untuk layanan konveksi seragam dengan desain gratis dan garansi 99% sesuai sampel!
