
Anda pastinya pernah mendengar istilah “distro”, bukan? Lalu, sebenarnya apa itu distro? Yuk, simak pembahasannya pada ulasan di bawah ini!
Pengertian Distro
Distro adalah singkatan dari “distribution store” atau sebuah bisnis/industri yang menjual produk pakaian & merchandisenya secara mandiri (independen). Kata distro sendiri memiliki kaitan erat dengan bisnis clothing, bisnis yang memproduksi brand pakaian mereka sendiri. Namun, produk-produk yang dijual di distro tidak hanya terbatas pada pakaian, melainkan juga merchandise lainnya.
Keunikan dari setiap produk yang dihasilkan lah yang membuat distro ini berbeda. Sementara itu, untuk distro sendiri setidaknya harus memiliki personalized service, freedom expression, limited edition, dan distribution network yang luas.
Sejarah dan Perkembangan Distro
Pada awalnya, distro ini muncul dan marak berkembang di kalangan pelaku musik indie. Konsep fashion distro sendiri di Indonesia pertama kalinya muncul di Bandung, di era 1990 an di mana mulai banyak anak muda yang ingin lebih mengekspresikan dirinya.
Meskipun sudah mulai ada semenjak tahun 1993, namun distro ini baru benar-benar berkembang 5 tahun kemudian, yakni di tahun 1998. Mengingat distro ini berkembang dari kalangan pemusik indie, maka produk-produk yang dijual saat itu kebanyakan adalah produk dari band indie tersebut. Misalnya saja ada CD atau kaset band, pin, stiker, kaos, dan merchandise lainnya.
Dari sejarah kemunculannya, distro ini timbul karena keinginan anak muda untuk membangun identitasnya dan kebebasan dalam mengekspresikan diri. Sayangnya, di masa tersebut yang kondisi ekonomi sedang mengalami krisis dan serba keterbatasan. Anak-anak muda tak lagi mampu membeli barang impor sebagai tanda identitasnya.
Kemudian mereka mulai menciptakan produk-produk sendiri sebagai identitas, meskipun dengan modal yang relatif lebih terbatas. Awalnya, produk ini hanya diciptakan sebagai identitas diri saja, bukan untuk bisnis. Setiap produk distro pun memiliki keunikannya masing-masing yang tak dimiliki oleh tempat lain.
Misalnya pada desain, karakteristik, gambar dan tulisan, serta keunikan lainnya. Produksinya pun dilakukan secara terbatas, sehingga terkesan lebih eksklusif. Lambat laun, distro berkembang menjadi industri kreatif besar yang kita kenal seperti sekarang ini.
Lingkupnya juga lebih beragam, tak hanya seputar pelaku musik indie saja, melainkan lebih luas. Misalnya saja untuk kalangan anak muda pada umumnya yang suka tampil berbeda ataupun kalangan dari komunitas tertentu yang membutuhkan produk dan merchandise khusus. Misalnya, komunitas sepeda BMX, komunitas penggemar motor tua, hingga komunitas skateboard.
Sekilas Tentang Kaos Distro
Ketika kita membicarakan mengenai distro, hal pertama yang terlintas pastilah industri clothingnya dengan beragam kaos-kaos yang unik dan menarik. Kaos distro ini tentunya berbeda dari kaos biasa, lantaran ia memiliki “karakter” tersendiri yang unik, menarik, menonjol, berbeda, dan tak dimiliki oleh brand lainnya.
Ciri-ciri kaos distro:
- Memiliki keunikannya sendiri yang menjadi identitas dari brand clothing itu sendiri.
- Stocknya limited edition dan hanya bisa Anda dapatkan di toko distro yang menjualnya.
- Produknya berkualitas.
- Biasanya di sablon, baik dengan sablon plastisol, polyflex, rubber, DTG (Direct to Garment), dan sejenisnya.
Sementara itu, untuk bahan-bahan yang digunakan, biasanya kaos distro menggunakan kain berbahan Cotton Combed, Cotton Enzyme, Cotton Carded, Prime Cotton, Heavy Cotton, Modal Cotton, Bamboo Cotton, Fine Cotton, dan juga Eco Cotton.
Kesimpulan
Distro adalah singkatan dari distribution store, yakni sebuah industri bisnis yang menjual produk dan merchandise secara independen. Produk yang dijual biasanya berupa kaos, topi, produk fashion lainnya, hingga aksesoris.
