Saat Anda memikirkan kulit, mungkin pertama yang terlintas dalam pikiran Anda adalah bahan kulit asli yang keras dan tahan lama seperti kulit sapi atau kulit ayam. Namun, dalam mode dan industri fashion, bahan kulit lain yang sama menonjol dan menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir: Suede.
Suede adalah jenis kulit halus dengan permukaan yang memiliki serat seperti bulu. Terbuat dari kulit domba atau kambing yang dioles dengan satu sisi untuk menciptakan tampilan yang lembut dan halus. Mereka kemudian dicat atau diwarnai untuk menciptakan berbagai warna yang populer digunakan dalam industri fashion. Meskipun eksotis, suede tetap ramah lingkungan karena penggunaannya yang relatif murah dan sumber kulit kambing atau domba biasanya ditemukan secara melimpah.
Asal Mula Suede
Suede telah hadir selama berabad-abad, mulai sebagai pilihan anggaran rendah untuk pakaian telapak tangan hingga menjadi ikon mode dalam era 60-an seperti kaus kaki panjang Bethesda yang terkenal dan mantel kulit panjang Nancy Sinatra. Saat ini, itu berguna dalam berbagai produk mode termasuk tas, sepatu, dan jaket kulit. Nama Suede sendiri berasal dari bahasa Prancis “gants de Suede” yang berarti sarung tangan Suedois dan hanya mengacu pada jenis kulit halus yang berasal dari Eropa Selatan pertama kali diproduksi.
Keunikan Suede
Suede memberikan tampilan yang unik karena jauh lebih lembut daripada kulit asli biasa. Tidak seperti kulit asli yang membutuhkan waktu untuk melunak dan menyesuaikan dengan bentuk tubuh, Suede halus dan lembut dari hari pertama dipakai. Untuk merawat Suede, cukup sediakan sikat bulu lembut dan tisu lembap agar tetap bersih dan awet.
Kelebihan Suede
Suede juga lebih fleksibel dalam ketebalan dan kekuatan daripada kulit yang lebih keras karena pengolahan nya yang berbeda. Ini membuatnya dapat digunakan untuk berbagai macam produk tanpa harus khawatir terlalu kaku atau tidak nyaman bagi pemakainya. Selain itu susunan serat halus juga memberikan perbedaan tampilan dan tekstur yang lebih elegan serta membuat produk berbahan Suede lebih ringan dan nyaman digunakan, dengan demikian mudah beradaptasi dengan gaya hidup sehari-hari.
Kekurangan Suede
Walaupun berkualitas bagus, Suede juga memiliki beberapa kelemahan. Ini lebih sulit untuk menjaga kebersihannya dan rentan terhadap bintik-bintik atau air. Namun hal ini dapat diminimalisir dengan sedikit perawatan dan investasi dalam penghilang noda atau penghalus Suede. Sebagai pengganti kulit sapi atau kulit ayam, Suede juga mungkin tidak sesuai untuk produk yang membutuhkan daya tahan dan kemampuan ukiran yang lebih kuat.
Kesimpulan
Suede dapat menjadi pilihan yang lebih segar dan ramah lingkungan daripada kulit asli biasa dalam industri fashion. Walaupun memiliki kekurangan, kelebihannya justru sangat populer digunakan dalam produk fashion dan telah bertahan selama berabad-abad. Mengenali bahan kulit yang berbeda dan mengetahui potensi serta batasannya sangat penting ketika memutuskan untuk memilih suatu produk kulit, dan dengan demikian, Suede harus menjadi bahan yang layak dipertimbangkan.
