
Ketika sedang memasak, membuat kue, atau melakukan aktivitas lainnya kita mungkin akan menggunakan apron sebagai pelindung. Apron ini tak hanya digunakan untuk penggunaan pribadi saja, melainkan juga kerap digunakan oleh industri tertentu.
Lalu, sebenarnya apa itu apron dan apa saja fungsi apron? Yuk, simak penjelasan lebih lanjutnya pada ulasan dibawah ini!
Pengertian Apron
Apron adalah sebuah alat pelindung yang digunakan di depan badan guna melindungi pakaian dari kotoran, noda, atau cipratan saat melakukan aktivitas tertentu. Contohnya saja ketika Anda sedang memasak, membersihkan rumah, atau melakukan pekerjaan yang berpotensi membuat pakaian menjadi kotor atau rusak.
Apron sering dipakai oleh para koki, pekerja restoran, petugas kebersihan, dan orang-orang yang melakukan kegiatan di dapur atau ruang kerja yang memerlukan perlindungan tambahan untuk pakaian. Beberapa pekerja dalam beberapa sektor industri juga banyak yang menggunakan apron, contohnya seniman yang sedang melukis, baker, dan sejenisnya.
Untuk desain apron sendiri sangat beragam, sesuai dengan kebutuhan penggunaan setiap pemakainya. Bentuknya pun sederhana hanya berupa selembar kain atau bahan pelindung lainnya yang diikat di belakang leher dan di pinggang untuk menutupi bagian depan tubuh. Apron biasanya menutupi dada hingga bagian atas lutut dan dirancang untuk melindungi pakaian dari cipratan atau percikan bahan makanan, minyak, atau bahan kimia.
Oh iya, apron ini sedikit berbeda dengan celemek ya meskipun keduanya memang mirip. Celemek biasanya memiliki bentuk yang lebih sederhana dan ukurannya lebih kecil, sehingga area yang ditutupi lebih minim. Celemek juga terbuat dari kain biasa, desainnya juga tidak sevariatif apron. Untuk kegiatan rumah tangga, celemek ini lebih banyak digunakan. Sementara untuk kegiatan profesional untuk bisnis, apron lebih umum digunakan karena mampu meningkatkan value dan branding tempat tersebut.
Fungsi Apron
Nah, Anda sudah mengetahui pengertian tentang apron sekarang mari kita bahas mengenai fungsi apron. Berikut ini beberapa fungsi umum yang dimiliki oleh apron:
#1. Melindungi Pakaian
Fungsi utama dari apron adalah melindungi pakaian penggunanya, baik dari noda debu, cipratan, atau kotoran yang dihasilkan ketika tengah bekerja. Contohnya untuk para koki, ketika memasak pakaian sang koki yang biasanya berwarna putih bersih rentan terkena noda dari bahan-bahan makanan yang dimasak, bumbu, dan minyak.
Adanya noda pada pakaian tentunya akan membuat pakaian tersebut jadi tidak bersih dan bahkan beberapa noda juga sulit dihilangkan. Dalam kondisi tersebut, apron menjadi sangat berguna untuk melindungi pakaian dari kotoran dan cipratan. Tampilan pakaian penggunanya pun akan tetap bersih dan ini menunjukkan higienitas.
#2. Memudahkan Akses Tambahan ke Beberapa Alat dan Bahan
Beberapa apron juga didesain multifungsi dengan adanya tambahan kantong di bagian depan. Kantong ini bisa Anda manfaatkan untuk menyimpan beberapa barang sederhana. Contoh, untuk para waiters kantong ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan pena dan beberapa catatan penting jadi mereka tidak perlu bolak-balik.
#3. Media Branding
Fungsi apron selanjutnya adalah sebagai media branding untuk meningkatkan image bisnis. Contohnya, apron-apron yang digunakan oleh para pekerja dalam sebuah sektor industri biasanya punya sablonan atau bordir khusus di bagian depannya. Sablon/bordir ini meliputi logo dan nama tempat tersebut.
Contoh, apron yang dikenakan oleh para pramusaji sebuah restoran. Adanya apron tersebut membuat para pelanggan lebih aware dan mudah membedakan mana pelayanan resto A dan resto B, terutama jika lokasi bisnisnya outdoor dan terletak berdampingan.
#4. Menampilkan Kesan yang Lebih Rapi, Menarik, dan Profesional
Para pekerja yang menggunakan apron juga akan terlihat lebih menarik, bersih, rapi, dan juga professional. Bagi beberapa entity bisnis khusus seperti restoran dan café, penggunaan apron ini bisa meningkatkan profesionalisme para penggunanya.
Nah, itulah 4 fungsi apron secara umum, mulai dari fungsi utamanya untuk melindungi pakaian penggunanya sehingga sebagai sarana branding dan meningkatkan profesionalisme.
Jenis-Jenis Apron

#1. Waist Apron & Server Apron
Biasanya digunakan oleh para pramusaji, bentuknya lebih pendek dan digunakan di bagian waist atau pinggul saja. Jadi, apron ini hanya akan melindungi tubuh bagian bawah seperti celana. Apron satu ini biasanya dilengkapi dengan kantong, ia juga fleksibel dan tidak menghambat pergerakan penggunanya.
#2. 4 Way Apron
Sesuai dengan namanya, apron jenis ini punya sekitar 4 lapisan. 4 Way Apron akan jadi pilihan ideal bagi para pekerja yang butuh beberapa apron sekaligus, jadi ketika kotor mereka bisa menggunakan lapisan berikutnya.
#3. Apron Bistro
Mirip seperti kedua jenis apron diatas, hanya saja apron ini lebih panjang dan menutupi area kaki. Jarak bagian bawahnya biasanya hanya beberapa cm diatas mata kaki penggunanya.
#4. Bib Apron
Apron ini bisa melindungi bagian dada dan bawah penggunanya. Dilengkapi dengan tali leher yang longgar, saku di beberapa bagian, dan tali yang bisa diikat di belakang pinggang.
#5. Apron Tuxedo
Merupakan salah satu versi dari bib apron, hanya saja ia memiliki tampilan yang lebih elegan dan berkelas. Kerap digunakan oleh para staf restoran berkelas atau para pramusaji di acara-acara formal. Biasanya penggunaanya dipadukan dengan kemeja putih, celana hitam, dan dasi kupu-kupu.
#6. Cobbler Apron atau Smock Aprons
Memiliki penutup di sisi depan dan juga belakangnya dengan pengikat di bagian sisi tubuh. Anda bisa menalinya sesuai dengan bentuk tubuh. Panjangnya hanya sampai pinggang, jadi hanya melindungi tubuh bagian atas saja.
#7. Apron untuk Pencuci Piring
Desainnya seperti celemek sederhana, namun dibuat dari bahan yang anti air. Gunanya untuk melindungi tubuh pemakainya agar tidak basah saat mencuci piring. Ukurannya lebih panjang dan biasanya digunakan oleh para dishwasher.
#8. Apron Sekali Pakai
Biasanya terbuat dari bahan polietilen atau polipropilen anti air, hanya digunakan sekali, lalu dibuang.
