Untuk bisnis jual beli-barang, utamanya yang menggunakan konsep pesan-buat, Anda pastinya sudah sering mendengar istilah ‘Pre-Order’ bukan? Lalu, sebenarnya apa itu barang Pre Order dan bagaimana cara memanfaatkannya? Yuk, simak penjelasannya dibawah ini!
Apa Itu Pre Order?
Pre Order atau yang kerap disingkat sebagai PO saja merupakan sistem penjualan dimana penjual memasarkan produk yang belum dibuat/belum diproduksi kepada pelanggan. Jadi, dalam sistem ini penjual belum memiliki stok barang secara riil atau sebenarnya barang yang dijual belum tersedia.
Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Pre Order sendiri memiliki makna sebagai “Perintah dalam Pemesanan Produk/Barang”. Sistem Pre Order ini kerap diaplikasikan untuk sejumlah produk custom yang produksinya berdasarkan sistem pesanan.
Ketika membeli produk Pre-Order, artinya Anda dan penjual sama-sama sepakat untuk melakukan transaksi jual beli, dimana penjual baru akan memproduksi produk ketika pesanan diterima. Pembeli pun harus membayar produk di awal pemesanan, dan menunggu sampai barang selesai diproduksi sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.
Untuk jumlah pembayaran dan juga estimasi waktu yang dibutuhkan pun beragam, tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Dengan demikian transaksi yang dilakukan pun sifatnya lebih fleksibel. Contoh produk yang kerap menggunakan sistem Pre Order adalah: makanan (kue, snack), koleksi fashion (tote bag, sepatu, pakaian), album,merchandise, hingga produk-produk custom yang bisa kamu beli sesuai desain dan selera. Nah, itulah penjelasan singkat seputar apa itu Pre Order.
Cara Kerja Sistem Pre Order
- Penjual akan memasarkan produk yang dijualnya secara offline atau online di sosial media dengan menampilkan contoh foto produk yang sudah jadi. Pembeli juga akan mencantumkan keterangan “Pre-Order” dengan menambahkan estimasi waktu jadinya.
- Pembeli yang tertarik akan melakukan pemesanan sesuai dengan kesepakatan yang ada. Kemudian pembeli akan melakukan pembayaran untuk produk tersebut. Untuk metode pembayarannya juga fleksibel, bisa full atau DP.
- Penjual mencatat detail pesanan dari pembeli.
- Jika pesanan sudah terkumpul, penjual kemudian akan memproduksi barang tersebut sesuai pesanan. Kemudian penjual akan mengirimkan produk tersebut ke pembeli. Selesai.
- Mengingat stok barang Pre Order ini belum tersedia, otomatis waktu dikirimnya barang akan lebih lama. Beda dari barang/produk in stock yang bisa langsung dikirim saat itu juga.
Cara Memanfaatkan Sistem Pre Order
Anda bisa menerapkan sistem PO ini di hampir seluruh jenis produk/barang. Agar sistem Pre Order ini sukses, berikut ini beberapa tips tambahan yang bisa diterapkan:
- Perhatikan kualitas produk. Apapun jenis produk dan sistem yang digunakannya, kualitas produk haruslah menjadi prioritas utama untuk memuaskan klien.
- Pilih vendor yang kredibel, terutama jika sistem pembuatan produk “dilempar” ke vendor lain.
- Tentukan target konsumen.
- Perhatikan tenggat waktu dan SDM.
- Pelajari skill marketing.
- Berikan harga yang sesuai dan promo-promo lainnya.
- Tentukan minimal jumlah pesanan dan waktu buka PO.
- Optimalkan penggunaan sosial media untuk meningkatkan jumlah pesanan.
- Perjelas syarat dan ketentuan, untuk menghindari komplain dan pertanyaan berulang dari konsumen.
Kelebihan Sistem Pre Order
- Tidak meninggalkan stok barang yang mengendap lama, karena proses produksi disesuaikan dengan pesanan.
- Penjualan dan pendapatan terjamin.
Menimbulkan hype di market.
