Ada banyak sekali jenis pakaian yang ada di dunia, mulai dari pakaian wanita dan pria hingga pakaian formal dan informal. Setiap jenis pakaian memiliki karakteristiknya sendiri, penggunaannya pun disesuaikan dengan situasi pemakai.
Salah satu jenis pakaian pria formal yang paling populer adalah jas. Jas merupakan setelan atas resmi yang kerap digunakan untuk menghadiri berbagai acara penting. Mulai dari kerja, meeting bersama klien, hingga pernikahan.
Lalu, sebenarnya apa itu jas? Bagaimana sejarah awal munculnya jas? Dan apa saja jenis jas? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
Pengertian Jas
Jas adalah pakaian resmi model Eropa, terbuat dari kain khusus yang berbahan tebal, memiliki lengan panjang, dan digunakan sebagai outer kemeja. Untuk bagian bahu biasanya ditambahi dengan busa/bahan khusus yang tebal sehingga membuat pemakainya terlihat lebih gagah.
Panjang jas ini biasanya sepinggang atau lebih. Untuk bagian depannya sendiri biasanya dibuat lipatan kerah V terbuka. Lalu bagian depannya, dilengkapi dengan 1 atau 2 kancing. Di bagian ujung lengan biasanya ada juga beberapa kancing baik sebagai pengait atau aksesoris saja. Namun, ada juga jas tanpa kancing di bagian lengan.
Untuk desain jas sendiri beragam, dapat disesuaikan dengan tiap-tiap jenis jas. Kamu bisa membeli jas ini di toko-toko pakaian pria untuk tipe-tipe jas yang umum. Namun, jika kamu menginginkan desain khusus kamu bisa memesannya secara custom di konveksi atau desainer baju.
Meskipun dapat digunakan sebagai atasan saja, namun kamu juga bisa menggunakan jas sebagai sebuah setelan khusus (suit). Suit ini terdiri atas sebuah jas dan celana panjang, keduanya terbuat dari bahan, warna, dan desain yang sama.
Sejarah Jas
Setelah membahas mengenai pengertian jas, tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas sejarah awal mulai ditemukannya pakaian formal pria ini. Jas sendiri sudah ada sejak lama, bahkan sejarahnya sudah dimulai semenjak abad pertengahan!
Awalnya, jas diperkirakan sudah muncul sejak abad pertengahan atau di awal abad Renaissance sebagai rompi. Bentuknya pun belum seperti jas yang kita kenal seperti sekarang ini. Lebih tepatnya, jas di masa itu hanya berupa jubah pendek yang dikenakan oleh kalangan pekerja.
Kemudian, pada sekitar abad ke-18 jas mulai menjadi pakaian kerja pria standar untuk pekerja di sektor pertanian ataupun pegawai kantor di perkotaan. Desain jas di masa itu masih tergolong standar.
Pada akhir tahun 1830-an mulailah muncul jas launs atau lounge jacket. Jas ini dibuat lebih ketat dan press body pemakainya, ada sebaris kancing di bagian depan (single breasted), penambahan kancing di ujung lengan, dan kantong di pinggang.
Saat itu, model jas ini jadi sangat populer di kalangan pria menengah pada abad itu. Jas ini jadi hits karena berbeda, bahkan kebalikan dari jas longgar yang ada sebelumnya. Kemudian di tahun 1862, jas launs model kancing dua baris (double breasted) mulai muncul. Jas ini kemudian lebih dikenal sebagai Reefer (reefer jacket).
Di waktu yang bersamaan muncul jas Norfolk (Norfolk Jackets) dengan kancing sebaris yang memiliki kerah lebih tinggi. Jas ini kemudian menjadi trend terbaru karena terlihat lebih modis dan sporty.
Perkembangan dan popularitas jas pria sendiri tak lepas dari pengaruh majalah-majalah fashion ternama di masa itu. Melalui majalah tersebut, orang-orang umum jadi lebih familiar dan mengenal jas. Khususnya masyarakat kelas menengah keatas yang peduli dengan trend fashion terbaru.
Contohnya saja, di tahun 1857, majalah wanita “Corriere delle dame” mengumumkan launching jas terbaru yang merupakan versi ringkas dari morning suit dengan bagian bawah lebih pendek. Kemudian, di abad ke-19 tepatnya pada Juli 1935 majalah “Adam” dalam sebuah edisi majalahnya juga menyebutkan tentang jas yang akan jadi fashion umum dalam versi kancing satu baris dengan atasan yang tidak mencapai lutut.
Masuk ke abad ke-19, trend fashion semakin meningkat dan berubah sesuai perkembangan zaman. Di abad ini, tipe jas dengan 3 kancing dianggap lebih modis. Jas di abad sebelumnya jadi kurang populer, kecuali tipe jas launs yang masih dianggap sebagai jas yang modis. Salah satu jenis jas populer di abad 19 yang kerap digunakan dalam acara makan malam formal adalah dinner jacket. Sementara untuk versi jas setelan lengkap, lebih dikenal sebagai tuxedo.
Sebagian besar jas yang muncul di awal abad ke-19 pun masih banyak digunakan di abad ini (sampai sekarang). Contohnya saja jas sporty atau sporty jacket masih kerap digunakan dan sering dikombinasikan dengan kemeja panel. Jas norfolk pun masih kerap digunakan untuk menghasilkan tampilan yang lebih sporty.
Di awal tahun 2000-an, pengertian jas semakin luas. Tidak hanya seputar gaya pakaian formal saja, melainkan juga dapat digunakan untuk acara yang lebih santai. Saat inipun jas tidak hanya terbatas untuk kaum pria saja. Kaum wanita juga banyak yang menggunakan jas. Tentunya, desain jas antara pria dan wanita dibuat berbeda.
Jas wanita biasanya memiliki lekukan lebih dalam untuk menghasilkan kesan yang lebih ramping untuk bagian pinggang. Desainnya pun terkadang lebih press body. Sekarang ini, jas juga tidak hanya untuk seragam kerja saja. Melainkan lebih ke arah pendukung penampilan, baik formal ataupun informal.
Jenis-Jenis Jas
Setelah membahas seputar pengertian jas dan sejarahnya. Mari kita bahas seputar jenis-jenis jas. Jenis jas sendiri sangat beragam, dan secara umum dapat dibedakan berdasarkan desainnya. Berikut ini diantaranya:
Single Breasted
Sesuai dengan namanya, jas ini memiliki 1 garis kancing di bagian depannya. Jadi, hanya ada 1 baris kancing sementara untuk jumlah kancingnya bisa 1, 2, atau 3. Untuk acara dinner, single breasted dengan 1 kancing akan lebih cocok digunakan. Namun, untuk acara formal atau acara kantor kamu bisa menggunakan jas single breasted dengan 2 atau 3 kancing.
Double Breasted (Italian Style)
Sesuai dengan namanya, jas ini memiliki 2 garis kancing. Biasanya, jumlah kancingnya ada 6 dan dibagi menjadi 2 baris di bagian depan dengan jumlah kancing masing-masing 3. Nah, yang digunakan hanya 1 garis kancing saja sementara garis kancing lainnya hanya berfungsi sebagai hiasan. Bagian kerahnya biasanya lebih tinggi dibandingkan single breasted.
Mandarin Suits
Jas yang menggunakan band/nehru collar. Kerah lehernya lebih tinggi (seperti kemeja) dan dipakai dengan mengancingkan semua bagian kancingnya.
Tailored Jacket
Lebih kerap digunakan dalam acara formal dalam bentuk setelan. Biasanya digunakan sebagai satu setelan khusus.
Tuxedo
Jas yang lebih resmi dan kerap digunakan dalam acara formal. Kerahnya berbentuk shawl dan bagian belakangnya dibuat lebih panjang (menutupi bokong).
Zoot Suit
Jas yang populer di tahun 1940-an di kalangan masyarakat Afrika-Amerika. Bentuknya sama seperti jas yang kedodoran alias dibuat lebih besar melebihi ukuran tubuh penggunanya.
Mess Jacket
Dulunya jenis jas ini kerap digunakan sebagai pakaian militer, panjangnya pas sepinggang.
Blazer
Jas fleksibel yang bisa digunakan di acara santai atau non-formal dan formal.
Nah, itulah pembahasan seputar pengertian jas, sejarah, dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat!









