Perbedaan Sablon dan Bordir yang Harus Kamu Ketahui

by | Feb 27, 2023 | Blog

Bordir dan sablon tidak hanya menjadi “pemanis” atau dekorasi untuk pakaian saja. Melainkan juga dapat menjadi sarana ekspresi diri pemakainya dan sebagai identitas pembeda.

Contohnya saja seperti tulisan di Almamater yang menunjukkan dari organisasi atau universitas mana mereka berasal.

Di Indonesia, bordir dan sablon ini cukup diminati lantaran menjadi alternatif untuk menambahkan gambar, tulisan, atau pola tertentu pada pakaian yang masih polosan.

Lalu, sebenarnya apa perbedaan sablon dan bordir? Bagaimana penggunaannya? Dan apa saja karakteristik dan keunggulan keduanya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini:

Sablon

Pengertian Sablon


sumber foto

Sablon merupakan teknik pemberian pola/gambar/tulisan pada pakaian yang dilakukan dengan mengaplikasikan tinta sablon menggunakan alat khusus.

Sablon ini kerap diaplikasikan pada kaos-kaos santai, seragam olahraga baik untuk sekolahan atau instansi pemerintahan, kaos organisasi contohnya kaos ibu-ibu PKK, dan sejenisnya.

Untuk variasi desain gambar atau tulisannya beragam dan tidak terbatas karena berdasarkan kreativitas seseorang. Khususnya untuk kaos-kaos santai yang dijual bebas.

Pembuatan sablon diawali dengan pembuatan pola cetakan di layar. Kemudian, pola tersebut dicetak terlebih dahulu di kertas atau lembaran plastik khusus yang kemudian dipotong sesuai desain.

Lembaran kertas/plastik tersebut akan ditempelkan pada kain layar. Kain yang sudah ditempeli pola akan diberi larutan khusus dan disinari agar larutannya mengeras serta tidak dapat ditembus tinta/cat. Kecuali, pada bagian pola yang nantinya dicetak.

Layar yang sudah berpola kemudian direntangkan sebaik mungkin dan ditahan menggunakan bingkai. Media (kain) yang akan disablon pun direntangkan di suatu permukaan benda yang rata.

Kemudian letakkan layar diatas bahan, tuangkan tinta/cat secukupnya di layar. Rataan menggunakan raket khusus yang berbahan karet, kayu, ataupun aluminium. Sablonan bahan tersebut lalu keringkan dengan cara dijemur.

Untuk proses pembuatannya sendiri bisa menggunakan sistem manual ataupun digital. Untuk cara diatas menggunakan sistem dan mesin manual yang sederhana.

Proses inilah yang membuat perbedaan sablon dan bordir makin terlihat.

Jenis-Jenis Tinta Sablon


sumber foto

Dalam proses sablon-menyablon ada beberapa jenis tinta yang kerap digunakan, diantaranya adalah:

Sablon Rubber

Jenis tinta sablon paling umum dan paling banyak digunakan. Dapat diaplikasikan pada kaos berwarna terang ataupun gelap.

Dapat digunakan juga sebagai underbase, yakni tinta dasar untuk menutup warna kain agar warna sablon yang baru bisa masuk.

Kelebihan sablon rubber: awet, tidak mudah rusak karena setrika, dan lentur (terlebih jika dilapisi coating).

Sablon Pigment

Tinta sablon biasa yang kerap diaplikasikan pada pakaian berwarna terang. Sifatnya tipis dan mudah menyerap kedalam kain.

Hal ini membuat tekstur kain senantiasa terlihat meskipun sudah di sablon. Warna catnya juga lebih solid dan rata dibandingkan jenis tinta sablon lainnya.

Cocok digunakan di kaos berwarna terang yang ukurannya besar dan lebar karena lebih hemat tinta. Sayangnya tinta ini tidak bisa diaplikasikan pada kaos berbahan gelap karena warnanya tidak akan terlihat.

Sablon Plastisol

Sablon berbahan dasar minyak. Memiliki kemampuan untuk mencetak dot atau raster dengan hasil yang maksimal. Sayangnya, untuk sistem sablon menggunakan tinta ini diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Biak untuk membeli bahan baku atau biaya mesinnya. Apalagi kamu membutuhkan mesin pengering tambahan, conveyor curing, flash curing, sinar infra red, dan hot gun.

Sablon Superwhite

Mirip dengan sablon pigment, hanya saja lebih tebal. Dapat digunakan untuk kaos berwarna terang ataupun gelap. Hasil sablonnya cenderung lebih transparan atau tidak tajam, dengan kesan vintage/natural.

Sablon Glow in The Dark

Menggunakan tinta berbahan fosfor. Hal ini membuatnya terlihat “menyala” di kegelapan, sesuai dengan namanya. Warna tinta yang paling kerap digunakan adalah warna hijau dan biru.

Agar efek glow in the dark-nya lebih kuat, tinta ini bisa diaplikasikan pada kaos berwarna dasar gelap.

Sablon Reflektif

Menggunakan tinta berbahan fluorescence, sehingga akan terlihat “menyala” di tempat yang redup jika kaos disinari cahaya. Cara kerjanya mirip seperti scotchlite reflective.

Sablon Discharge / Cabut Warna

Jenis tinta sablon yang memiliki kemampuan menipiskan atau bahkan menghilangkan warna dasar kaos. Lalu, mengubahnya dengan warna tinta sablon baru yang diinginkan.

Sablon Flocking

Sablon yang dilapisi beludru. Teksturnya seperti kain, halus, berbulu tipis, dan agak timbul ke permukaan.

Sablon Foam / Cat timbul / Puff Print

Sablon yang tintanya dibuat mengembang (seperti busa) dengan efek timbul.

Sablon Foil

Sablon yang menggunakan media kertas berbahan logam (warna silver/gold) sehingga hasilnya lebih berkilau.

Sablon Glitter

Menggunakan tinta yang dicampur dengan serbuk metalik warna sehingga menghasilkan kesan serpihan yang berkilau.

Kelebihan Sablon


sumber foto

Perbedaan sablon dan bordir selanjutnya adalah dari segi kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini ada beberapa kelebihan sablon yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Finishingnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Dapat digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan berukuran besar (full print).
  • Lebih ekonomis.
  • Pembuatannya cepat dan bisa diproduksi secara massal, terlebih untuk sablon yang menggunakan mesin khusus.
  • Sangat cocok diaplikasikan pada kaos dengan beragam warna, sesuai jenis tinta.
  • Cocok untuk kaos berbahan katun.

Kekurangan Sablon


sumber foto

  • Beberapa jenis sablon tidak tahan panas setrika sehingga akan terangkat atau menempel pada permukaan setrika .
  • Beberapa tipe sablon juga kurang awet. Jika direntangkan, warnanya akan melar dan lama-lama pudar.
  • Butuh perawatan khusus agar tidak mudah rusak.
  • Lebih cocok untuk pemesanan dalam jumlah banyak. Jarang ada tempat sablon yang menerima permintaan sablon satuan.

Bordir

Pengertian Bordir


sumber foto

Merupakan teknik penambahan tulisan, gambar, atau pola di pakaian dengan menggunakan rajutan benang. Untuk sistem pembuatannya ada 2, yakni bordir manual dan bordir menggunakan komputer dan mesin khusus.

Untuk bordir manual dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama, menyulam manual menggunakan tangan. Kedua, menggunakan mesin bordir manual.

Pertama-tama, kamu harus memasang kain yang akan dibordir di ram/bidangan terlebih dahulu kemudian menggambar pola. Lanjut merajut benang di kain sesuai pola yang sudah digambar sebelumnya.

Bordir manual ini memiliki waktu pengerjaan yang lama. Hasil dan kerapiannya tergantung pada kemampuan tiap orang.

Lebih cocok diaplikasikan pada kain-kain pendek untuk souvenir atau kerajinan tangan, seperti bordir di sapu tangan. Jumlahnya pun tidak banyak, dan biasa dijual satuan.

Jika kamu ingin membuka usaha bordir, kamu bisa menggunakan sistem bordir komputer. Dengan begitu, pengerjaannya jadi jauh lebih cepat.

Kerap digunakan untuk membordir pakaian-pakaian khusus sesuai kebutuhan. Menggunakan komputer dan mesin bordir khusus. Pengerjaannya dapat dilakukan bersamaan sesuai jumlah mesin yang ada.

Dengan sistem yang lebih terkomputasi dan serba cepat, bordir komputer ini tentu saja jauh lebih unggul dibandingkan bordir manual.

Kelebihan Bordir


sumber foto

  • Dari hasilnya, bordiran lebih bagus dibandingkan sablon karena terbuat dari pola rajutan benang yang bentuknya timbul.
  • Rapi, detail, dan memiliki tingkat kerapatan yang tinggi.
  • Tahan terhadap setrika, tahan lama, dan tidak mudah luntur.
  • Tidak memerlukan perawatan khusus.
  • Khusus bordir komputer, pembuatannya cepat dan memungkinkan produksi massal.

Kelemahan Bordir


sumber foto

  • Biaya pembelian alat-alat untuk bordir komputer mahal.
  • Tidak cocok diaplikasikan pada kaos yang bahannya melar dan tipis (contoh kaos), karena hasilnya akan terlihat kaku dan terlalu menonjol.

Kesimpulan

Itulah beberapa pembahasan seputar perbedaan sablon dan bordir. Perbedaan utamanya terletak di teknik, proses, dan karakteristik hasil akhir. Bordir dilakukan menggunakan benang rajutan. Sementara, sablon menggunakan tinta yang ditempel dengan alat khusus. Lalu, mana yang lebih baik antara sablon dan bordir? Tergantung kebutuhan dan penggunaan. Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sablon lebih cocok diaplikasikan pada kaos atau hoodie. Sementara, bordir lebih banyak digunakan untuk kain berbahan tebal dan kaku. Contohnya, seragam kerja, almamater, baju kerja, kemeja, wearpack.